• Sejumlah peneliti dari Tim Katastropik Purba meneliti Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • Sejumlah peneliti dari Tim Katastropik Purba meneliti Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • Sejumlah peneliti dari Tim Katastropik Purba meneliti Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • DR. Andang Bachtiar, peneliti dari Tim Katastropik Purba meneliti Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • Sejumlah peneliti dari Tim Katastropik Purba meneliti Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • Sejumlah peneliti dari Tim Katastropik Purba meneliti Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • Sejumlah peneliti dari Tim Katastropik Purba meneliti Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • Sejumlah peneliti dari Tim Katastropik Purba meneliti Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • Sejumlah peneliti dari Tim Katastropik Purba meneliti Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • Sejumlah peneliti dari Tim Katastropik Purba meneliti Gunung Padang di Desa Karyamukti Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • Sejumlah bebatuan yang terdapat di Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • Sejumlah peneliti dari Tim Katastropik Purba meneliti Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • Mesin yang digunakan peneliti dari Tim Katastropik Purba untuk meneliti Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kec. Cempaka, Kab. Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • Seorang juru pelihara situs purbakala mengamati bebatuan yang terdapat di Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kec. Cempaka, Kab. Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • Sejumlah peneliti dari Tim Katastropik Purba meneliti Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • Sejumlah peneliti mengamati bebatuan yang terdapat di Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kec. Cempaka, Kab. Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
  • Seorang juru pelihara situs purbakala melintas diantara bebatuan di Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kec. Cempaka, Kab. Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.
Rabu, 8 Februari 2012 | 07:40 WIB

Sejumlah peneliti dari Tim Bencana Katastropik Purba meneliti Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Cempaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (3/2/2012). Berdasarkan hasil penelitian, situs Gunung Padang yang sebelumnya diketahui sebagai punden berundak, ternyata diduga sebagai kompleks bangunan yang memiliki struktur mengagumkan, terutama untuk masa prasejarah. Foto: VIVAnews/Muhamad Solihin.

Komentar
butangpay
02/04/2012
Tim peneliti fungsinya dikerdilkan orang dg statement" yg tidak simaptik, setidaknya ini adlah upaya u/ungkap eksistensi & sejarah bangsa ini. Semoga ada manfaatnya krn semakin hr banyak temuan yg bisa menambah khasanah sejarah. Wallahua'lam
Balas   • Laporkan
blue_demon
07/03/2012
mungkin ada banyak lagi di indonesia..tapi karena terjadi perang dan pergantian rezim ato revolusi..kejayaan kerajaan dan berkas2 sejarah serta bangunan2 sebelumnya di hancurkan dan dilenyapkan...ayo exsplorasi teruss..
Balas   • Laporkan
beas_beureum
28/02/2012
aahhh sanguuu...
Balas   • Laporkan
oleh2
14/02/2012
mungkinkah ? mudah2an mungkin
Balas   • Laporkan
bojes.damian
12/02/2012
kira2 situs ini da hubungan sama cerita 2 plato sang filsuf (YUNANI) tu ga yaa tentang negeri ATLANTIS yang katanya dulu merupakan negeri yang sangat mengagumkan melebihi peradaban YUNANI?........
Balas   • Laporkan
oleh2 | 14/02/2012 | Laporkan
mudah2an mungkin,,knapa yg temuan [mengklaim dari yayasan swasta] team dari staf kpresidenan begitu tanggap,tp temuan dari swasta cuek2 aja,contoh yayasan turangga seta menemukan gunung lalakon,tidak ada sama sekali kepedulian dari pemerintah,ijin pun san
pyrosina
08/02/2012
Waduh kalo memang benar begitu? kemungkinan gunung sadahurip juga benar nih??
Balas   • Laporkan
oleh2 | 14/02/2012 | Laporkan
menurut dri team yg pertama kali menemukan gn sdahurip y'itu turangga seta kemungkinan besar itu adalah piramid.[ idoist ]
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
Galeri Foto Terkait