• Seekor bayi Orangutan, Elder (tiga bulan) di klinik kesehatan Borneo Orangutan Survival (BOS) Kutai, Kalimantan Timur, Kamis (22/12). Foto: Antara/Regina Safri
  • Dua ekor bayi Orangutan, Elain (8 bulan) serta Mads (1thn) dalam gendongan petugas di di klinik kesehatan Borneo Orangutan Survival (BOS) Kutai, Kalimantan Timur. Foto: Antara/Regina Safri
  • Seekor bayi Orangutan, Elain (8bulan) minum susu formula di Borneo Orangutan Survival (BOS) Kutai, Kalimantan Timur, Kamis (22/12). Foto: Antara/Regina Safri
  • Tiga ekor Orangutan saat akan mengikuti sekolah hutan di Borneo Orangutan Survival (BOS), Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Kamis (22/12). Foto: Antara/Regina Safri
  • Tiga ekor Orangutan (Josta, Hopi dan Seto) saat mengikuti "sekolah hutan" untuk Orangutan di tengah hutan di area Borneo Orangutan Survival (BOS). Foto: Antara/Regina Safri
  • Seekor bayi Orangutan dirontgen untuk diperiksa kesehatannya di klinik kesehatan BOS, Kutai, Kalimantan Timur, Kamis (22/12). Foto: Antara/Regina Safri
Kamis, 22 Desember 2011 | 11:58 WIB

Bayi Orangutan dirawat di klinik kesehatan Borneo Orangutan Survival (BOS) Kutai, Kalimantan Timur, Kamis (22/12). Seekor bayi Orangutan dalam sebulan bisa menghabiskan dana Rp. 4 juta lebih untuk kebutuhan makan, popok dan susu formula. Menurut Borneo Orangutan Survival (BOS), Orangutan saat ini membutuhkan lahan untuk dilepas liarkan, dengan beberapa syarat kriteria antara lain jaminan bahwa hutan tersebut tidak akan diburu, tidak akan ada penggundulan pohon yang dilakukan individu ataupun perusahaan. Foto: Antara/Regina Safri

Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
Galeri Foto Terkait