• Sebuah garis tipis penanda batas permukaan air bencana tsunami 11 Maret terlihat di dinding sebuah salon kecantikan di Ishinomaki, Prefektur Miyagi. Foto: AP Photo/ Sergey Ponomarev
  • Sebuah garis tipis penanda batas permukaan air bencana tsunami 11 Maret terlihat di rak sebuah bar di Ishinomaki, Prefektur Miyagi, Jepang, Sabtu (16/4). Foto: AP Photo/ Sergey Ponomarev
  • Sebuah garis tipis penanda batas permukaan air bencana tsunami 11 Maret terlihat di rak sebuah bar di Ishinomaki, Prefektur Miyagi, Jepang, Sabtu (16/4). Foto: AP Photo/ Sergey Ponomarev
  • Sebuah garis tipis penanda batas permukaan air bencana tsunami 11 Maret terlihat di dinding sebuah bangunan di Ishinomaki, Prefektur Miyagi, Sabtu (16/4). Foto: AP Photo/ Sergey Ponomarev
  • Sebuah garis tipis penanda batas permukaan air bencana tsunami 11 Maret terlihat di jendela sebuah rumah di Ishinomaki, Prefektur Miyagi, Sabtu (16/4). Foto: AP Photo/ Sergey Ponomarev
  • Sebuah garis tipis penanda batas permukaan air bencana tsunami 11 Maret terlihat di dinding sebuah bangunan di Ishinomaki, Prefektur Miyagi, Sabtu (16/4). Foto: AP Photo/ Sergey Ponomarev
Kamis, 28 April 2011 | 15:21 WIB

Gempa 9 SR yang disusul terjangan tsunami meluluhlantakkan Jepang pada 11 Maret 2011. Dalam bencana ini, diprediksi lebih dari 25 ribu jiwa tewas. Hingga kini, puing-puing masih bisa ditemui di lokasi bekas bencana. Garis tipis penanda batas permukaan air tsunami menjadi saksi bisu kedahsyatan gelombang kekuatan alam. (Foto: AP Photo/ Sergey Ponomarev)

Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
Galeri Foto Terkait