-
Seorang anak berjalan di antara pohon yang tumbang akibat hujan abu vulkanik dari Gunung Merapi di jalan lingkar Muntilan, Jawa Tengah, Jumat (5/11).
-
Prosesi pemakaman jenazah Mbah Maridjan dipemakaman keluarga Srumen, Glagaharjo, Cangkringan, Yogjakarta, Kamis (28/10).
Foto: VIVAnews/Adri Irianto
-
Tim penyelamat membawa tubuh korban letusan Gunung Merapi di Argomulyo, Yogyakarta, 5 November 2010. (Foto: AP Photo/ Gembong Nusantara)
-
Sebanyak 64 korban letusan Gunung Merapi baik yang telah dan tidak teridentifikasi dimakamkan secara massal pada Minggu (7/11) malam. Foto: AP Photo/Achmad Ibrahim
-
-
Pengendara sepeda motor yang terkena abu vulkanik Gunung Merapi bercampur air hujan melintas di jalan Muntilan, Magelang, Jateng, Rabu (3/11). (Foto: ANTARA/Anis Efizudin)
-
Warga meninggalkan rumah mereka di Klaten, Jawa Tengah, setelah Gunung Merapi kembali meletus, Rabu, 3 November 2010. (AP Photo)
-
Awan panas memusnahkan Desa Kinahrejo, yang tersisa hanya abu vulkanik yang menutupi seluruh desa. Foto: AP Photo/Trisnadi
-
Awan panas keluar dari puncak Gunung Merapi yang masih berstatus awas, warga pada radius 20km dari Gunung Merapi harus dikosongkan, Senin (8/11). Foto: ANTARA/Regina Safri
-
Warga mengungsi menggunakan sepeda motor menyusul letusan Gunung Merapi di Klaten, Jumat 5 November 2010. (Foto: AP Photo / Achmad Ibrahim)
-
Sejumlah petugas mengevakuasi korban akibat letusan Gunung Merapi di Kemalang, Klaten, Rabu (3/11). (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
-
Presiden SBY memimpin doa di Tempat Pengungsian Akhir Tanjung, Muntilan, Magelang, Jateng, Selasa (2/11) malam. (Foto: ANTARA/Anis Efizudin)
-
Abu vulkanik Gunung Merapi menutupi seluruh interior salah satu rumah warga di Kinahrejo, Yogyakarta. Foto: AP Photo/Gembong Nusantara
-
Sejumlah petugas dan warga menguburkan secara massal jenazah korban letusan Gunung Merapi, di Dusun Beran, Margodadi, Seyegan, Sleman, DIY, Minggu (7/11). Foto: ANTARA/Ismar Patrizki
-
Keluarga korban yang meninggal akibat letusan Gunung Merapi tak kuasa menahan tangis saat penguburan massal, di Dusun Beran, Sleman, DIY, Minggu (7/11). Foto: AP Photo/Slamet Riyadi
-
Gunung Merapi mengeluarkan awan panas saat letusan 26 Oktober 2010. Foto: ANTARA/ Wahyu Putro A
-
Sejumlah kendaraan melintas di Jalan Raya Magelang, Jawa Tengah, yang dipenuhi abu vulkanik hasil erupsi Gunung Merapi, Sabtu (6/11). Foto: ANTARA/Ismar Patrizki
-
Mobil RI 1 yang ditumpangi Presiden SBY menembus jalan yang dipenuhi abu Merapi di jalan Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (6/11). (Foto: ANTARA/Rumgapres-Anung)
-
Seorang petugas berjalan diantara peti jenazah korban letusan Gunung Merapi yang dimakamkan secara massal di di Dusun Beran, Sleman, DIY, Minggu (7/11). Foto: AP Photo/Achmad Ibrahim
-
Untuk sementara waktu kawasan Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) ditutup total karena keadaan sekitar candi Borobudur tertutup abu vulkanik Gunung Merapi. Foto: ANTARA/Anis Efizudin
-
Korban tewas letusan Gunung Merapi di Argomulyo, Yogyakarta, Jumat, 5 November 2010. (Foto: AP Photo/Trisnadi)
-
Petugas mengevakuasi pengungsi Gunung Merapi di Stadion Maguwoharjo, Yogyakarta, Jumat (5/11). (Foto: ANTARA/Wahyu Putro A)
-
Hewan ternak di desa Kaliadem, Yogyakarta mati tersapu oleh awan panas hasil letusan Gunung Merapi. Foto: AP Photo/Trisnadi
-
Letusan Gunung Merapi dilihat dari Manisrenggo, Klaten, Kamis (4/11). (Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay)
-
Hujan abu akibat letusan Gunung Merapi memaksa warga untuk memakai selalu mengenakan masker ketika melakukan aktivitas sehari-hari. Foto: ANTARA/Wahyu Putro A
-
Aktivitas penerbangan di Bandara Adisucipto Yogyakarta terpaksa ditutup akibat tebalnya hujan abu vulkanik Gunung Merapi, Jum'at (5/11). Foto: AP Photo/Irwin Fedriansyah
-
Sandal salah seorang warga di Desa Kaliadem, Kaliadem, Yogyakarta yang tertutup abu vulkanik Merapi. Foto: AP Photo/Trisnadi
-
Tangan korban letusan Gunung Merapi terlihat di sebuah rumah sakit di Yogyakarta, Jumat 5 November 2010. (Foto: AP Photo / Achmad Ibrahim).