• Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang (kanan) didampingi Kabid Penum, Kombes Pol Marwoto saat memberi klarifikasi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/7). Foto : VIVAnews/Tri Saputro
  • Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang (kanan) didampingi Kabid Penum, Kombes Pol Marwoto saat memberi klarifikasi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/7). Foto : VIVAnews/Tri Saputro
  • Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang saat memberi klarifikasi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/7). Foto : VIVAnews/Tri Saputro
  • Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang (kanan) didampingi Kabid Penum, Kombes Pol Marwoto saat memberi klarifikasi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/7). Foto : VIVAnews/Tri Saputro
Jum'at, 16 Juli 2010 | 18:04 WIB

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Edward Aritonang (kanan) didampingi Kabid Penum, Kombes Pol Marwoto saat memberi klarifikasi di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/7). Rekening mencurigakan milik perwira polri menjadi sorotan publik setelah PPATK menyerahkan sekitar 1.100 Laporan Hasil Analisis (LHA) ke Mabes Polri untuk ditindaklanjuti. Dari jumlah 1.100 LHA tersebut, Polri mengakui terdapat 21 rekening yang dimiliki perwira polri yang dianggap mencurigakan. Foto : VIVAnews/Tri Saputro

Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
Galeri Foto Terkait