• Jenazah korban gempa di Port-au-Prince, HAiti digeletakkan di jalan (13/01). Foto: AP Photo/Ricardo Arduengo
  • Gunsly Milsoit dihibur saudara iparnya setelah gempa merusak rumahnya dan menewaskan istrinya yang sedang hamil di Port-au-Prince, Haiti (12/01). Foto: AP Photo/Gerald Herbert
  • Istana Negara Haiti di Port-au-Prince rusak parah akibat guncangan gempa pada hari Selasa, 12 Januari 2009 (13/01). Foto: AP Photo/Ricardo Arduengo
  • Seorang pria yang terjebak di rerutuhan bangunan berusaha merespon petugas yang sedang berusaha menyelamatkannya di Port-au-Prince (13/01). Foto: AP Photo/Julie Jacobson
  • United States Agency for International Development (USAID) mengirim tenaga manusia dan anjing pelacak untuk membantu korban gempa di Haiti (13/01). Foto: AP Photo/Alex Brandon
  • Sejumlah orang melakukan pencarian korban di sebuah bangunan yang runtuh akibat gempa di Port-au-Prince, Haiti (13/01). Foto: AP Photo
  • Jenazah korban gempa di Haiti digeletakkan di jalan kota Port-au-Prince (13/01). Foto: AP Photo/Ricardo Arduengo
  • Seorang pria menggendong seorang anak korban gempa di luar Hotel Villa Creole, Port-au-Prince, Haiti (12/01). Foto: AP Photo/Montreal La Presse, Ivanoh Demers
Kamis, 14 Januari 2010 | 12:27 WIB

Puluhan ribu orang diduga tewas akibat gempa bermagnitudo 7 di Haiti, Amerika Latin. Korban tewas umumnya terjebak dalam rumah yang runtuh saat gempa mengguncang Selasa 12 Januari 2010 waktu setempat.

Rumah, rumah sakit, sekolah, penjara dan bahkan istana Presiden ikut terkena dampak gempa. Uskup Katolik di Ibukota Haiti, Port-au-Prince, bahkan terkubur bersama gereja katedralnya. Markas PBB di Ibukota juga hancur.

Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
Galeri Foto Terkait