• Kerabat Nitin Garg (21 thn) lulusan India yang tewas di Australia, berduka cita saat menyambut jenazah Garg di Jagraon, India, Minggu, (10/1). Foto: AP Photo
  • Kerabat Nitin Garg (21 thn) lulusan India yang tewas di Australia, berdiri di sekitar tumpukan kayu pemakaman di Jagraon, India, Minggu (10/1). Foto: AP Photo
  • Pengunjuk rasa membakar bendera Australia ketika berdemonstrasi melawan pemerintah Australia, di Ranchi, India, Minggu (10/1). Foto: AP Photo/Sasanka Sen
  • Kerabat Nitin Garg (21 thn) lulusan India yang tewas di Australia, berduka cita saat menyambut jenazah Garg di Jagraon, India, Minggu, (10/1). Foto: AP Photo
  • Nitin Garg mahasiswa yang ditikam sampai mati di Melbourne, Australia. Garg ditikam di perut pada 2 Januari lalu ketika berjalan menuju restoran tempat ia bekerja paruh waktu. Foto: AP Photo
Minggu, 10 Januari 2010 | 21:19 WIB

Pemerintah Australia membantah bahwa kasus kekerasan yang menimpa dua warga India di Negeri Kanguru itu dalam sepekan terakhir berdasarkan kebencian ras. Seorang warga keturunan India bernama Jaspreet Singh (29 thn) dibakar hidup-hidup oleh sekolompok pria di kawasan Essendon, Melbourne, pada Sabtu dini hari, 9 Januari 2010. Dia diberitakan menderita luka bakar hingga 20 persen dan kini tengah dirawat di Rumah Sakit Alfred Hospital dalam kondisi stabil. Pada Sabtu dua pekan lalu, 2 Januari, seorang mahasiswa berusia 21 tahun asal India, Nitin Garg, tewas ditusuk saat berjalan menuju tempat kerjanya, yang juga berada di Kota Melbourne. Foto: AP Photo

Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
Galeri Foto Terkait