• Pekerja memasang tiang pancang pembangunan rusunami di Kalibata, Jakarta, Kamis (22/10). Target pembangunan 40 ribu rusunami tahun ini tidak tercapai. Foto: VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis
  • Pekerja memasang tiang pancang pembangunan rusunami di Kalibata, Jakarta, Kamis (22/10). Target pembangunan 40 ribu rusunami tahun ini tidak tercapai. Foto: VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis
  • Pekerja memasang tiang pancang pembangunan rusunami di Kalibata, Jakarta, Kamis (22/10). Target pembangunan 40 ribu rusunami tahun ini tidak tercapai. Foto: VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis
  • Pekerja memasang tiang pancang pembangunan rusunami di Kalibata, Jakarta, Kamis (22/10). Target pembangunan 40 ribu rusunami tahun ini tidak tercapai. Foto: VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis
  • Pekerja memasang tiang pancang pembangunan rusunami di Kalibata, Jakarta, Kamis (22/10). Target pembangunan 40 ribu rusunami tahun ini tidak tercapai. Foto: VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis
Jum'at, 23 Oktober 2009 | 01:36 WIB

Real Estat Indonesia Provinsi DKI Jakarta (REI DKI) pesimis bisa mencapai target membangun 40 ribu unit rusunami di Jakarta. Suku bunga KPR yang tinggi membuat daya beli masyarakat menurun dan mempengaruhi kelanjutan pembangunan rusunami. Foto: VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis

Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau 
  
Galeri Foto Terkait